Nexa Intelligence Docs
Entitas & Master Data

Taksonomi & Klaster Isu

Struktur taksonomi isu nasional 5 tingkat (L1 hingga L5), hierarki pilar strategis, kamus kata kunci pencarian, dan pohon taksonomi PostgreSQL.

Entitas Taksonomi & Klaster Isu

Taksonomi Isu adalah sistem klasifikasi semantik bertingkat yang digunakan oleh platform Nexa Intelligence untuk mengategorikan jutaan dokumen berita dan percakapan publik ke dalam struktur isu yang terstandarisasi, terukur, dan dapat ditindaklanjuti secara taktis maupun strategis.


1. Struktur 5 Pilar Strategis Nasional (Level 1)

Taksonomi isu pada platform Nexa bukan berasal dari aliran stream data (Kafka), melainkan merupakan Master Data referensi (Single Source of Truth) yang dikelola terpusat di database PostgreSQL (taxonomy_nodes).

Struktur ini menjadi acuan klasifikasi universal bagi seluruh siklus data platform:

  • Di Pipeline Ingestion: Kata kunci turunan taksonomi digunakan untuk memandu target crawling berita dan swarm media sosial.
  • Di Pipeline AI Processing: Digunakan untuk melabeli dan mengategorikan artikel secara semantik.
  • Di Dashboard Eksekutif: Menjadi hierarki filter dan agregasi visualisasi utama untuk pimpinan nasional.
Master Data Taksonomi (PostgreSQL)
Tersimpan terpusat di tabel taxonomy_nodes & taxonomy_keywords
Pohon Taksonomi Tingkat 1 (L1) • 5 Pilar Utama
Klasifikasi induk seluruh isu strategis nasional dan keamanan negara
[SOSIAL]
Pilar Sosial

Keresahan publik, konflik & fasilitas warga

[POLITIK]
Pilar Politik & Hukum

Polarisasi, regulasi & kebijakan publik

[EKONOMI]
Pilar Ekonomi

Stabilitas pangan, inflasi & APBD

[BUDAYA]
Pilar Budaya

Harmoni sosial, toleransi & isu SARA

[GEOPOLITIK]
Geopolitik & Keamanan

Kamtibmas, intelijen & ancaman siber


2. Struktur Pohon Taksonomi 5 Tingkat (L1 s.d. L5)

Sistem taksonomi Nexa menggunakan model hierarki ketat dengan kedalaman hingga 5 tingkat:

L1: Pilar Strategis Nasional (POLHUKAM, EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA, GEOPOLITIK)
 └── L2: Klaster Isu Utama (misal: Kejahatan Transnasional & Siber)
      └── L3: Sub-Klaster Isu (misal: Penipuan Finansial Online)
           └── L4: Kategori Modus (misal: Phishing Perbankan & Rekayasa Sosial)
                └── L5: Topik Spesifik / Entitas Taktis (misal: Malware APK Undangan Pernikahan)

Karakteristik Setiap Tingkat Taksonomi

TingkatNama LevelSkala PenggunaanContoh Nilai
L1Pilar StrategisKebijakan Tingkat Tinggi (Presiden / Kapolri)POLHUKAM, EKONOMI, SOSIAL
L2Klaster IsuAnalisis Bidang (Baintelkam / Kemenko)Keamanan Siber, Stabilitas Pangan, Narkotika
L3Sub-KlasterPenanganan Direktorat (Bareskrim / Polda)Judi Online, Kelangkaan Minyak Goreng, Pungli
L4Kategori ModusPenindakan Teknis (Polres / Subdit)Situs Taruhan Slot, Penimbunan Gudang Ilegal
L5Topik TaktisOperasi Lapangan (Polsek / Unit Lapangan)Penggrebekan Basecamp Judol, Penyitaan Server

3. Skema Data Tabel Taksonomi di PostgreSQL

taxonomy_nodes (Pohon Hierarki Simpul Taksonomi)

Tabel ini menyimpan seluruh pohon hierarki taksonomi dari L1 (Pilar Utama) hingga level sub-isu:

CREATE TABLE taxonomy_nodes (
    id UUID PRIMARY KEY DEFAULT gen_random_uuid(),
    parent_id UUID REFERENCES taxonomy_nodes(id) ON DELETE CASCADE,
    label TEXT NOT NULL,                    -- Nama simpul taksonomi (misal: "Kejahatan Siber")
    level TEXT NOT NULL,                    -- Tingkat level ('L1', 'L2', 'L3', 'L4', 'L5')
    pillar TEXT NOT NULL,                   -- Kode pilar induk ('POLHUKAM', 'EKONOMI', 'SOSIAL', dll)
    color TEXT,                             -- Kode warna hex visualisasi dashboard
    sort_order INTEGER NOT NULL DEFAULT 0,  -- Urutan tampilan tab/grafik
    description TEXT NOT NULL,              -- Uraian ruang lingkup isu
    created_at TIMESTAMPTZ NOT NULL DEFAULT now(),
    updated_at TIMESTAMPTZ NOT NULL DEFAULT now()
);

taxonomy_keywords (Kamus Kata Kunci Pencari)

Tabel ini menyimpan kamus kata kunci yang ditautkan ke setiap simpul taksonomi untuk memandu filter crawling data:

CREATE TABLE taxonomy_keywords (
    id UUID PRIMARY KEY DEFAULT gen_random_uuid(),
    taxonomy_node_id UUID REFERENCES taxonomy_nodes(id) ON DELETE CASCADE,
    keyword_phrase TEXT NOT NULL,           -- Frasa kata kunci (misal: "judi online", "slot gacor")
    is_active BOOLEAN NOT NULL DEFAULT true
);

4. Master Data 5 Detektor Tema Risiko Strategis (Early Warning)

Untuk mendukung modul Early Warning & Alert Center, platform mendefinisikan master referensi 5 Detektor Tema Risiko Strategis yang memetakan sinyal peringatan ke dalam 8 Kategori Makro Media Monitoring (selaras Kemenko):

A. Tabel 5 Detektor Tema Strategis

Kode TemaNama TemaWarna HEXIkon UIDefinisi Ruang Lingkup & Lexicon Utama
bencanaBencana Geologi & Vulkanik#06b6d4MountainErupsi gunung api, gempa bumi, tsunami, likuefaksi, tanah longsor, banjir bandang, peringatan BMKG/PVMBG.
korupsiKorupsi & Penegakan Hukum#ef4444GavelOTT KPK, penyidikan kejaksaan, tipikor, penyelewengan APBN/APBD, gratifikasi pejabat publik, mafia peradilan.
panganKrisis Pangan & Volatilitas Harga#84cc16WheatLonjakan harga komoditas (beras, cabai, gula, minyak goreng), gagal panen, kelangkaan stok pasar induk, operasi Bulog.
keamananKeamanan & Kamtibmas#f59e0bShieldAlertKonflik komunal, tawuran massal, terorisme, sabotase logistik, unjuk rasa anarkis, blokade jalan nasional.
siberAncaman Siber & Pelindungan Data#8b5cf6ZapKebocoran data rahasia (data breach), serangan ransomware, lumpuhnya server layanan publik/BUMN, judi online.

B. Referensi 8 Kategori Makro (Media Monitoring Kemenko)

Taksonomi makro ini menjadi basis penentuan Sinyal Korelasi (Lintas >= 2 Domain):

  1. Politik, Hukum & Keamanan (Polhukam) — Kemenko Polkam & Kemenko Kumham Imipas
  2. Perekonomian & Keuangan (Ekonomi) — Kemenko Perekonomian
  3. Pembangunan Manusia & Kebudayaan (PMK) — Kemenko PMK
  4. Sosial & Pemberdayaan Masyarakat (Sosial) — Kemenko Pemberdayaan Masyarakat
  5. Pangan, Pertanian & Kelautan (Pangan) — Kemenko Pangan
  6. Infrastruktur, Energi & Kewilayahan (Infrastruktur) — Kemenko IPK & Kementerian ESDM
  7. Lingkungan & Bencana (Lingkungan) — KLH & BNPB/BMKG
  8. Teknologi, Digital & Siber (Teknologi) — Kementerian Komdigi & BSSN

On this page